Tuesday, June 30, 2015

Talkshow "Manner in Move"

Assalamu'alaikum....

Rasanya sudah lama aku tidak membuat sebuah tulisan di blog ini. Aku datang bukan karena ide dan kemampuanku untuk menulis bertambah, aku hanya menghilang dalam beberapa waktu karena tenggelam dalam rutinitasku. Mungkin ini bukan sebuah alasan (untuk tidak menulis) yang dapat diterima, karena menulis itu, kenyataannya tak begitu menguras waktu. It's just my foolish reason.

Cabs yuk, langsung ke topik :D

Hari minggu 28 Juni 2015, aku dan beberapa temanku menghadiri acara Talkshow yang bertempat di Aula Timur ITB. Acara ini cukup menarik, karena menghadirkan beberapa pembicara berkualitas (tokoh hebat di bidangnya). Mulai dari istri Gubernur Jawa Barat, Ibu Netty. Selanjutnya Ibu Nurhayati sebagai Owner salah satu merk kosmetik terkenal di negeri ini, yaitu Wardah. Juga Penulis Best Seller, Bunda Asma Nadia.

Aku tak berhenti untuk terus takjub memandang dari jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka. 
Jelas, aku tak ada apa-apanya di bandingkan wanita hebat seperti mereka (setelah ibuku pastinya :D) yang dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi orang banyak.
Beberapa kata-kata motivasi yang di sampaikan oleh ketiga tokoh tersebut, aku ingin untuk menuliskannya. Beberapa dibawah ini diantaranya:

1. Wanita adalah tiang negara, bila wanita akhlaknya buruk, buruk juga negaranya.
2. Ketika wanita cerdas, kecerdasannya bukan menjadi kompetitor bagi kaum laki-laki, tapi menjadi pengajar bagi umat manusia.
3. Wanita adalah Center of life, wanita itu pusat kehidupan.
4. Wanita sama, memiliki potensi yang besar untuk terus maju.
5. Jika mengubah satu laki-laki, maka hanya mengubah satu laki-laki saja. Tetapi jika mengubah satu wanita, maka dapat mengubah semuannya.
6. Kita tidak akan menjadi kurang sukses karena mensukseskan orang lain.
7. Bangun kepantasan (mengutamakan isi kepala, bukan penampilan).
8. Selalu harus ingat, bahwa hidup tidak hanya untuk sendiri.
9. Terus berkarya! Aktif organisasi, ikat dalam kegiatan bermanfaat.
10. Sukses dan bermanfaat bagi orang banyak.

Sunday, May 3, 2015

Believing that things always go into their happy even happier even happiest moment

Ever felt when you were feeling that you did a mistake, automatically your own mind reached every pieces finding what should you do so that you can go out of that anxiety?

I'm very grateful for being surrounded with things i actually find out for
I'm very grateful when i feel lack of knowledge, i come to a forum, so i can learn
I'm very grateful when someone tells me that something inside me goes wrong, they give me awareness

Wanting for being "always" happy, is a desire
Because we believe that happy is the truth, the truth which comes from God
And because of that happy and the truth, we feel quiet
And with that happy, something wrong will change

But we have to know, we are actually in happiness. Always in happiness
Being grateful, not because we're happy
But being happy, because we're grateful

With being happy, we can hear
With being happy, we can interpret
With being happy, we can learn


Wednesday, April 15, 2015

Wahai Sang....


Duhai sang pengendali hidup ini...
Untukku, makhluk yang sangat lemah yang tak ada apa apanya dibandingkan-Mu,
Ku pinta,
Hadirkan dalam raga ini hati yang bersih,
Hadirkan dalam pikiran ini pikiran yang baik,
Hadirkan dalam lisan ini ucapan yang baik,
Hadirkan dalam hidupku ini ladang yang luas,
Ladang untukku berbuat, menjadi seorang makhluk yang bermanfaat.

Duhai yang maha membolak-balikan hati,
Ku mohon tetapkan hatiku untuk selalu melibatkan-Mu,
Meskipun banyak rintangan untuk agar selalu teguh melibatkan-Mu dalam hati, lisan, dan perbuatan ini.

Duhai sang pemilik segalanya,
Inginnya hidup,
Selalu diliputi segala kebaikan,
Selalu di ingatkan agar selalu melakukan kebaikan,
Tapi ternyata hidup tak jauh dari godaan,
Inginnya bersama dengan yang bisa memberi syafaat, inginnya bersama dengan yang sejalan.

Lemahnya jiwa dan raga ini yang masih tergoyahkan,
Perihnya hidup ini untuk menerima segala perbedaan yang tak sejalan,
Kala lagi dan lagi, yang ku pegang telah dihinakan,
Padahal itu yang seharusnya jangan dijatuhkan.

Aku belum bisa menjadi makhluk yang bijak dalam menghadapi setiap keadaan, setiap perbedaan,
Keadaan hati yang terlalu lemah,
Yang mudah untuk melepas apa yang telah disepakati.

Jiwa dan raga ini tak akan mampu jika tanpa-Mu,
Dengan ada-Mu,
Aku bisa, aku berjuang.

Saturday, April 4, 2015

Contemplation

I got some cogitations from an islamic book i've ever read, these cogitations are really should be remembered by me, by us. I put these cogitations in other to be reminder for me and also i keep learning for a goodness. Bismillah, I ask Allah wishing that my heart will always "istiqomah", let's learn :)



 *These below are written in Bahasa*

---------------------------------------------------------

"Aku ingin seperti burung menyanyi, tanpa khawatir siapa yang mendengar atau apa yang mereka pikirkan."
---------------------------------------------------------

"Pantas bagi orang dermawan untuk memberikan uang, Namun kedermawanan sesungguhnya dari sang pencinta adalah menyerahkan jiwanya.
Jika kau memberikan roti untuk kepentingan Tuhan, kau akan mendapat roti sebagai balasan, jika kau memberikan hidupmu untuk kepentingan Tuhan, kau akan mendapat hidup sebagai balasan."
 ---------------------------------------------------------

"Guru menyalakan cahaya,
Minyaknya sendiri sudah ada di dalam lampu."
 ---------------------------------------------------------

"Tidak hanya orang dahaga yang mencari air,
Air pun juga mencari orang yang dahaga."
----------------------------------------------------------

"Jika setetes anggur penglihatan bisa membersihkan matamu,
Ke mana pun kau melihat, kau akan menangis karena terpesona."
----------------------------------------------------------

"Ke mana pun kau menghadap, di situlah wajah Allah."
----------------------------------------------------------

"Dengan mencintai diri sendiri, anda meluaskan kemampuan dalam diri untuk menyimpan cinta buat orang lain. Anda menjadi sadar bahwa segala hubungan lahiriah merupakan cerminan dari hubungan batin yang anda miliki dengan diri anda sendiri."
----------------------------------------------------------

"Sesuatu yang Tuhan katakan kepada bunga mawar dan menyebabkan sang bunga tertawa dalam keindahan,
Dia berkata kepada hatiku dan menjadikannya ratusan kali lebih indah."
----------------------------------------------------------

"Hati yang telah melihat sang kekasih
Bagaimana mungkin ia bersedih?
Saat burung malam melihat bunga mawar
bagaimana dia bisa diam walau sebentar?"
----------------------------------------------------------

"Manusia terbaik adalah mereka yang senantiasa membantu orang lain. Saat anda menjadi hamba sejati pelayanan, cahaya membelai anda. Anda pun memancar. Anda menjadi lampu ilahi. anda tidak khawatir apakah anda berada di posisi tinggi atau rendah, anda sudah di muliakan oleh cahaya, cinta tuhan untuk anda. Yang perlu anda pedulikan adalah bagaimana memancarkan cahaya untuk melayani orang lain. Anda ingin melayani dengan gembira dan ikhlas. Anda memenuhi misi unik anda tanpa perhitungan atau membanggakan diri."
----------------------------------------------------------

"Waktu itu lebih cepat dari yang kita kira. Jika kita tidak mencermati waktu, saat datang panggilan untuk menyebrang ke sisi lain, kita belum siap. Kita mendapati diri tenggelam dalam urusan tektek-bengek. Kita menyingkirkan apa yang benar-benar kita inginkan dan apa yang perlu kita lakukan dan katakan. Kita tergoda untuk melupakan kunjungan kita di sini hanyalah sementara."
----------------------------------------------------------

"Saat kau lahir, semua orang tersenyum, sementara kau sendiri menangis.
Jalani hidup seperti itu sehingga ketika kau wafat, 
Semua orang akan menangis, sementara kau sendiri tersenyum."
----------------------------------------------------------

Saturday, March 28, 2015

Di Surga, bahkan Surga Tertinggi


"Jika seseorang mengalah dalam perdebatan saat dia ada di pihak yang salah,
sebuah rumah akan dibuatkan untuknya di Surga.
Namun jika seseorang mengalah dalam konflik meskipun dia di pihak yang benar,
sebuah rumah akan dibangunkan untuknya di alam Surga Tertinggi."

Lingkungan dalam hidupmu akan berubah sesuai berjalannya waktu,
Perbedaan yang kau temukan bukanlah hal yang tak biasa lagi,

Jalanmu tak bisa kau menuntut kepada orang-orang agar mereka mengikutimu,
Begitupun jalan mereka, mereka tak bisa menuntut kepada kau agar kau mengikutinya.
Hanya berperan sebagai agen yang baiklah kau akan bisa menanggapi dengan bijak semuanya.

Belajarlah untuk menjadi pendingin, bukan menjadi pemanas
Belajarlah untuk menjadi penyatu, bukan menjadi penghancur
Belajarlah untuk menjadi penenang, bukan menjadi pembuat gaduh
Belajarlah untuk menjadi di bawah, bukan menjadi di atas

Mau dibuatkan rumah di surga? Bahkan Surga Tertinggi?

Saturday, January 31, 2015

Sesosok 'ibu', yang kupanggil 'mama'


Tulisan ini disertakan dalam kegiatan Nulis Bareng Ibu. Tulisan lainnya dapat diakses di website http://nulisbarengibu.com” 


Ibu. Aku merupakan anak perempuan pertama yang lahir dari seorang ibu yang merupakan anak perempuan pertama juga di keluarganya. Aku memanggil seorang ibu dengan sebutan, Mama. Aku selalu menjahili mama dengan memanggilnya umi, bunda, ataupun ibu. Tapi mamaku selalu saja menanggapi bahwa panggilan itu tak pantas untuknya, ia merasa lebih pantas dipanggil dengan sebutan Mama.

Mamaku seorang yang sejak dahulu tomboy (mungkin ini alasan mama tak mau dipanggil selain sebutan mama seperti yang aku sebutkan diatas hihi), mantan atlet dengan beberapa jenis olahraga yang ku dengar awam, banyak ia kuasai. Mamaku seorang yang sangat sederhana, begitupun dari penampilannya, mama tak pernah ambil pusing dalam hal itu, apa yang ia pakai nyaman dan pantas, selama tidak mengganggu kenyaman orang, mama memakainya. Mamaku seorang yang menurutku dan banyak rekannya bilang, adalah seorang yang pintar, mama di beberapa kesempatan bercerita kepadaku bahwa ketika ia masih bersekolah mamaku mendapat juara kelas, menjuarai berbagai lomba-lomba dizamannya juga, tak lupa dia sebutkan, mama jago menyanyi juga. Ini salah satu hobi mama yang menular padaku, aku suka menyanyi, meskipun suaraku tak semerdu dan setinggi mama.

Mama seorang yang mandiri, sejak ia kecilpun. Melihat sosok seorang ibu seperti mama, seharusnya aku bisa mengambil pelajaran dari banyak pengalamannya, aku harus 'lebih' dari pada mama, tapi sepertinya aku 'belum', mamaku selalu menuntutku agar aku lebih baik darinya. Pengalaman hidup mama yang ia ceritakan ketika ia masih kecil hingga ia dewasa lalu menikah dan sampai saat ini mempunyai anak, bukanlah sebuah alur cerita yang sederhana. Mama selalu mengatakan bahwa hidup ini merupakan sebuah ujian, Tuhan menyayangi kita ketika kita diuji, mama meyakinkanku seperti itu, justru sebuah ujian yang Tuhan berikan merupakan bentuk kasih sayang Tuhan untuk hamba-Nya agar terus naik tingkat di hadapan-Nya.

Satu waktu yang berat, yang merupakan ujian terberat untukku dan mama yang pernah kami alami sampai saat ini, adalah ketika aku ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh adik perempuan pertamaku, ketika mama ditinggal pergi selama-lamanya oleh putri kedua kesayangannya. Tak sanggup saat itu keluarga kami menerima kenyataan bahwa adikku harus pergi meninggalkan kami selama-lamanya ketika umurnya yang masih sangat kecil, 6 tahun. Ia pergi karena penyakit demam berdarah yang dideritanya, adikku meninggal disebuah rumah sakit dimana ia di rawat. Bagaimana ada seorang ibu rela putri kecilnya, buah hatinya, meninggalkan ia untuk selama-lamanya dalam waktu secepat itu. Sejak kepergian adikku itu, mama selalu mudah kaget dalam hal sekecil apapun dan hal sesepele apapun yang terjadi dirumah. Aku sering bertanya pada mama, mengapa mama harus begitu kaget, padahal itu hanya sebuah suara piring terjatuh atau aku, adik, dan papaku berteriak kecil karena tersandung sesuatu, misalnya. Mungkin mama masih terus teringat dengan gerak-gerik dan kebiasaan adik kecilku dirumah ketika ia masih hidup, masih terus terbayang dimatanya, mama selalu ingat akan kenangan manis bersama almarhumah adikku. Aku sangat mengerti mama, mama masih terus trauma semenjak kejadian itu. Trauma mama hilang perlahan ketika Allah SWT menurunkan kembali satu anak laki-laki ke dunia untuknya, adik kecilku kini yang berusia 3 tahun. 



Mama seorang yang kuat dalam pandanganku selama aku hidup bersamanya kurang lebih sudah 19 tahun ini. Mama seorang yang cekatan, gesit dalam melakukan segala hal, seorang yang pintar memasak (padahal mama masih cukup tomboy rupanya sampai saat ini), ia bisa melakukan semua hal termasuk membenarkan kabel listrik dirumah yang putus, mama bisa membenarkannya hingga kembali benar dan peralatan tersebut bisa dipakai kembali. Aku takjub melihat seorang mama seperti mama, aku sering merenung apa aku bisa menjadi seorang mama seperti mama nanti ketika aku sudah berkeluarga. Aku meyakinkan diri, bahwa aku bisa, aku harus berlatih, bukan hanya meyakinkan diri.

Kata-kata yang tak pernah mama lupa ucapkan padaku, terutama ketika melihatku berleha-leha
"Jangan pernah kamu membuang-buang waktu, waktu itu berharga, lakukan sesuatu." Tegasnya.
Memang, aku tak pernah melihat mama berleha-leha, tidak pernah. Mamaku, mama yang selalu maksimal dengan segala aktivitasnya di setiap waktu.

Mama bukan seorang yang lembut, namun mama seorang yang tegas dan penuh cinta.
Mama bukan seorang bidadari, namun mama dimiliki oleh kami sebagai seorang bidadari.
Mama bukan seorang petuah, namun mama seorang teladan yang baik.

Aku cinta mama selamanya, meskipun mungkin mama tak percaya bahwa aku bisa menulis cerita untuknya, karena mungkin aku adalah seorang anak yang masih sering ngeyel sama mama, anti so sweet sama mama. Tapi percayalah mama, cinta yang besar aku miliki buat mama. Love you mama, aku sayang mama.


Wednesday, January 21, 2015

Aku, kamu, dan kemenkeu



Tak pernah terbesit sedikitpun di benak saya, ataupun membayangkan bahwa saya akan menjadi bagian dari kementerian ini. Kementerian yang merupakan tulang punggung negara, khususnya bagi ditjen pajak. Perjuangan menuju bagian dari instansi ini cukup saya rasakan.

Awal cerita saya bisa masuk ke instansi ini adalah, saya kuliah di Program Diploma 1 Keuangan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara), yang merupakan perguruan tinggi kedinasan milik Kementerian Keuangan. Lulus di sekolah tinggi kedinasan ini merupakan hal yang awam bagi saya, karena sangat bertentangan dengan jurusan dan universitas yang saya dambakan (lagi2 cerita ini), tapi saya bahagia. Selama masa pendidikan di STAN, saya mengenal banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Saya sih gak terlalu paham awalnya STAN tuh gimana, tapi ya saya jalani aja sampai akhirnya saya jadi salah satu bagian pada foto diatas. 

Anak-anak STAN (yang kece :p) dengan pakaian hitam putih dan nametag yang bergantung dilehernya, kemeja rok hitam-kemeja celana hitam, juga sepatu pantofel hitam, menjadi ciri khas tersendiri. Mereka orang-orang yang menurut saya penuh ke-ikhlasan hidupnya, mereka yang cerdas, sederhana, gak neko-neko apalagi dari tampilannya kalau ngampus (ya cukup tau, saya juga ngalamin :p). Mereka dibilang ikhlas karena ternyata kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa di perguruan ternama di Indonesia yang sudah berada di passion mereka masing2, tapi rela ngundurin diri hanya buat STAN tercinta, dengan alasan yang berbeda2, ada yang ingin cepet kerja karena mungkin penasaran, dan ada juga yang mengikuti apa kata orangtuanya. Saya juga ngalamin, saya udah nemuin passion saya pas kuliah disalah satu universitas negeri di bandung, tapi kata Allah saya harus disini, dan saya sangat bersyukur. Oh God, I'm thankful :)

Kuliah di STAN enak banget, kamu gak perlu untuk bayaran (semesteran) muahaha, yang ada kamu dikasih uang saku senilai ***.*** perbulannya, yang dirapel menjadi per 3 bulan diberikan kepada kitanya. Kamu gak perlu puyeng2 juga mikirin baju buat besok yang mana dan gimana (takutnya dibilang pake baju itu2 aja, takut malu. Eits, anak STAN emang udah biasa itu2 aja kan pake setelan kemeja-rok&kemeja-celana, udah biasa juga liat laki-lakinya tidak berambut alias digundulin, gak botak2 amat sih, cuma gak gondronglah hehe, si polos, dan si cuek, seperti itu kurang lebih), udah gitu kamu gausah mikirin udah kuliah cari kerja dimana, aku jawab ya? Kementerian Keuangan, hehe. Saya ceritain ya gimana tahapan2nya.

Kuliah di STAN berbeda, dari awal emang udah dicuci otaknya biar melekat sama si I-P-S-P-K nilai-nilai kemenkeu Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, Kesempurnaan (duh anti serius awalnya saya hehe :p). Perihnya dari awal udah kerasa, terus2an disaring, udah lolos aja daftar ulangnya harus pake Tes Urine, Rontgen, Tes kesehatan. Bikin SKCK juga (eleuh2), nah riweuh kan? hehe. Disaring nya beneran disaring, saya gak langsung begitu lulus tes tulis kaya tes2 ke perguruan tinggi pada umunya. Tapi ini yang membuat STAN berbeda, mungkin.

Mulai daftar usm stan, kita bukan hanya daftar online tapi harus verifikasi ke lokasi dimana kita mendaftarkan diri dan membayar biaya pendaftaran ke bank sebelumnya, setelah verifikasi kita akan mendapat BPU (Bukti peserta ujian).

USM STAN (ujian saringan masuk stan), tahap awalnya tes tulis nah tes tulisnya terdiri dari TPA dan TBI (b.inggris). Soal TPA terdiri dari 120 buah, TBI 60 buah, dan ada nilai matinya setiap bagian soal, dan petunjuk umum lainnya silahkan bisa searching di web lain :p hehe. 

Kalau udah lolos tes tulis, lanjut tes kesehatan dan kebugaran. Aih, saya benci hal ini, saya sempat enggan untuk melanjutkan, karena saya sangat lemah dalam berolahraga. Tapi, saya harus lanjut, ini rezeki saya udah lolos. Si tes tersebut terdiri dari cek kesehatan yang dilakukan oleh dokter di dinas jasmani angkatan darat (pas tahun angkatan saya), setelah diperiksa dan dinyatakan layak untuk lanjut ke tes kebugaran, maka tes segera dilaksanakan. Tes kebugaran terdiri dari shuttle run dan lari disebuah lingkaran lapangan TNI yang cukup luas, shutlle run tuh kaya semacam lari dengan zigzag muterin beberapa bambu yang berjarak. Saya ternyata bisa, memang kalau ada kesungguhan pasti ada jalan there's a will there's a way. Alhamdulillah :) 

Udah lolos tahap tes kesehatan dan kebugaran, lanjut tes wawancara yaitu beberapa pertanyaan yang diajukan kepada peserta yang telah lolos sampai tahap tersebut, setiap pewawancara memberikan pertanyaan yang berbeda-beda kepada tiap peserta. Dan inilah tes terakhir, taraaaa :D

Setelah resmi lolos dari semua tahap itu, selanjutnya kita diminta untuk daftar ulang sesuai tempat pendidikan dimana kita diterima, pendidikan STAN terdiri dari 12 Balai Diklat Keuangan diseluruh indonesia dan pendidikan pusat yang berada di Bintaro, STAN merupakan perguruan tinggi kedinasan dengan program diploma 1 (D1), diploma 3 (D3), dan program lanjutan diploma 3 (D3) khusus dan diploma 4 (D4) atau bisa disebut S1. Alhamdulillah saya lulus di program diploma 1 (D1) di speasialisai pajak lokasi pendidikan BDK Cimahi. Spes2 yang ada di STAN diantaranya adalah perpajakan, kepabeanan dan cukai, akuntansi, piutang dan lelang, pajak bumi dan bangunan/penilai, dan kebendaharaan negara.

Memulai pendidikan di STAN kita benar-benar di arahkan untuk sangat disiplin. Dari mulai apel pagi yang dilaksanakan setiap pagi harinya, kelakuan baik yang harus dijunjung tinggi, kejujuran, dan kedisiplinan maupun kehadiran selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, ada beberapa ketentuan yang harus kita laksanakan dan patuhi agar berada di zona aman, atau gak kena ancaman Drop Out (DO). Patuh taat, itu memang harus :) Selain itu, kita pun terlatih untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kantor, terutama pendidikan di Balai Diklat Keuangan Cimahi, berasa beneran ngantor :D hehe. Harus bisa bertahan sekuat tenaga, nilai kudu aman, bagus.

Singkatnya, setelah semester terakhir, diumumkan keputusan nilai akhir berupa ipk dan selanjutnya dilaksanakan PKL dan hanya yang memenuhi kriteria yang mampu untuk lanjut PKL, dalam arti, nilainya memenuhi syarat2. Setelah PKL, kita membuat laporan hasil tersebut dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Setelah itu dilaksanakan yudisium yang merupakan tahap selanjutnya (berupa pengumuman resmi kelulusan dan keputusan IPK akhir yang merupakan penggabungan dengan nilai PKL), agar resmi lulus dari program diploma tersebut. 

Kurang lebih dua minggu menunggu, pada akhir oktober dilanjutkan dengan pelaksanaan wisuda yang merupakan celebration resmi kelulusan. Saya dan teman-teman sudah resmi menjadi alumni STAN. Setelah menunggu sekitar satu bulan lebih sambil berlibur, pengumuman tiba. Pengumuman mengenai TKD (tes cpns untuk anak STAN) yang merupakan syarat menuju menjadi CPNS kemenkeu dilaksanakan pada awal desember, 2 desember pada waktu itu. Dedgdegan bukan main, antara hidup dan mati saya. Penentu saya bisa lanjut terus menjadi seorang pegawai atau tidak. Tiba hari dimana TKD dilaksanakan, saya begitu tegang. Bahkan semakin tegang, TKD ini dilaksanakan di kampus pusat yaitu di bintaro, sama seperti pelaksanaan wisuda. TKD. Alhamdulillah, Allah sayang saya, saya berhasil melampaui ambang batas dan saya lolos TKD. Saya dan temen-teman begitu sangat bahagia, tetapi masih belum terlalu bahagia melihat beberapa teman satu angkatan nilainya tidak pas atau melampaui ambang batas sehingga mereka harus berjuang kembali mengikuti tes kembali, TKD 2. Duka datang kembali, teman satu angkatan masih belum lolos sampai pada TKD 3 pun ia tidak berhasil.

Alhamdulillah, berkat banyak doa dari semua orang yang menyayangi saya, saya bisa sampai ke titik ini. Satu langkah lebih dekat dan maju menjadi bagian dari Kementerian Keuangan. 

Sebanyak 2.460 Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan dari rekrutmen Diploma I STAN dan 2.129 orang dari rekrutmen umum, mengikuti Kegiatan Orientasi Pegawai Baru di Istora Senayan, pada Rabu (14/1).

Lagi2, ada pengumuman. Dan ini, dan ini, pengumuman yang saya sangat bahagia untuk segera datang waktunya, menunggu dengan manis dan tenang. Pengumuman tersebut berisi mengenai "Orientasi Pegawai Baru Kementerian Keuangan" yang diselenggarakan di Istora Senayan, pada hari rabu, (14/1). Kalian bisa lihat gambar di atas :p Gambar tersebut merupakan pelaksanaan orientasi pegawai lulusan program diploma 1 STAN digabung dengan CPNS umum. Saya berada di tempat itu. Saya resmi menjadi bagian Kementerian Keuangan, senang bukan main. Padahal selama ini saya tak pernah terbesit akan menjadi bagian dari kementerian negara. Saya bahagia :) 

Sampai tahap ini, izinkan saya menghela nafas. Huuuh. Antara betapa sangat bahagia dan lelah terus bulak balik ke ibukota (rasanya). Minggu depan, tepatnya hari senin, 26 januari, saya kembali ke ibu kota, masih terus berjuang. Disana saya akan menandatangani perjanjian dengan instansi, Diretorat Jenderal Pajak. Dan setelah hari itu, saya kembali ke Kampus STAN untuk mengikuti kegiatan internalisasi. Bismillah :)

Pencapaian sampai di tahap ini, berkat semua dukungan dan doa yang diberikan. Orangtua dan keluarga yang selalu bersemangat mengantar saya di setiap kegiatan saya, saya harus selalu bersyukur, ya. Alhamdulillah, tinggal satu kegiatan lagi, semoga lancar, aamiin. Selain beberapa kegiatan itu, saya dan teman-teman sedang menunggu penempatan untuk OJT (on job training) februari nanti, semoga semuanya dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah, dan satu yang tak lupa, semoga saya penempatan di bandung amiin amiin Ya Rabbal alamiin. hihi

Dari mulai masuk sampai lulus, dari mulai Stan sampai Kemenkeu, perih memang, tegas memang prosesnya. Tapi perih yang manis, aku bersyukur atas rezeki dan nikmat ini.

Semangat menjadi pegawai yang bisa menerapkan nilai kemenkeu dengan baik, selamat menyambut status menjadi seorang PNS kemenkeu, kawan seperjuagan :)

ANAD-