Wednesday, December 24, 2014

Top 10 Tips To Become A "Productive Muslimah"


I'll be glad to share this to you all, i got this pict and explanation (below) from arrahmah.com, the site really gives benefit, especially for muslimah :)

TOPS 10 TIPS TO BECOME A PRODUCTIVE MUSLIMAH

1. Have sincere intentions
  • Milikilah niat yang tulus
Di Productive Muslim kami memiliki motto yang menyatakan: ‘Memiliki niat yang tulus dan bekerja keras’. Ini merupakan motto kehidupan seorang Muslimah produktif. Dengan diawali niat yang tulus dalam setiap tindakan kita, baik sebagai seorang pekerja profesional dengan berusaha bekerja dengan niat yang baik untuk membawa perbedaan positif atau pun sebagai istri atau ibu yang sibuk mengawasi keluarga, kita dapat memperoleh manfaat dan berkah dalam tindakan kita yang dimulai dengan niat yang tulus selalu!

2. Be Proactive
  • Jadilah proaktif
Salah satu pelajaran terbaik yang pernah saya pelajari dalam hidup adalah bahwa untuk menjadi produktif, kita harus proaktif. Ini tidak berarti untuk menjadi produktif Anda harus sibuk; pada kenyataannya, orang-orang sibuk mungkin justru tidak produktif. Sebaliknya, Anda harus memfokuskan energi Anda untuk menjadi aktif di tempat-tempat yang akan membawa manfaat bagi tujuan hidup Anda secara keseluruhan, in syaa Allah. Sebagai contoh, salah satu cara saya proaktif adalah dengan menghadiri kursus pengembangan pribadi dan spiritual dan kemudian berbagi dengan orang lain melalui menulis artikel atau menyampaikannya melalui pembicaraan. Kami mendapati bahwa dalam contoh tokoh-tokoh sejarah dan kontemporer, menjadi proaktif adalah salah satu ciri-ciri Muslimah sukses.

3. Seek knowledge
  • Carilah pengetahuan
Sering disebutkan bahwa jika Anda mendidik seorang pria, sama dengan Anda mendidik seorang individu, tetapi jika Anda mendidik seorang wanita, sama dengan Anda mendidik sebuah bangsa, dalam artian pentingnya saudari-saudari [Muslimah] untuk terus mencari pengetahuan.

Untuk menjadi seorang Muslimah produktif, carilah program-program yang tersedia secara online melalui berbagai organisasi Islam untuk seminar offline dan kursus lokal yang akan membantu untuk mengembangkan pengetahuan Anda. Di era modern, mengakses buku-buku di Kindle dan di perpustakaan serta toko buku berarti Anda dapat membaca tentang hampir semua topik yang Anda butuhkan untuk mengembangkan pengetahuan Anda dan kemudian memberikannya pada anak Anda, keluarga dan masyarakat luas.
 
4. Plan your time effectively
  • Rencanakanlah waktu Anda secara efektif
Salah satu rahasia menjadi produktif adalah bahwa Anda tidak membuang waktu! Salah satu hal pertama yang Muslimah produktif harus lakukan adalah merencanakan waktunya secara efektif. Ini termasuk penjadwalan waktu untuk belajar, bekerja, beribadah dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan jika Anda memiliki anak-anak, tetapkan waktu bagi mereka dan diri Anda sendiri sehingga Anda tidak kebingungan. Pilih dengan bijak bagaimana Anda menghabiskan waktu Anda; Salah satu perkataan yang mendalam tentang kegunaan memanfaatkan waktu dengan baik adalah perkataan salah seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah yang menyatakan: “Jika Allah menginginkan kebaikan untuk hamba-Nya, Dia menolongnya dengan waktu dan membuat waktunya sebagai penolong baginya.’ 


5. Be self-reflective
  • Refleksikan diri
Sebagai seorang Muslimah proaktif, bisa begitu sulit untuk menilai seberapa efektif Anda menggunakan waktu dan mampu memenuhi semua peran Anda. Dengan pemikiran ini, sebaiknya Anda secara teratur meluangkan waktu untuk refleksi diri, mungkin pada penghujung hari Anda bisa menjurnal apa yang berjalan dengan baik di hari Anda dan juga bersikap kritis terhadap bagaimana Anda bisa menggunakan waktu Anda dengan lebih baik untuk hari berikutnya. Hanya dengan terus-menerus merefleksi diri dan mengumpan balik kita dapat tumbuh, berkembang dan menjadi lebih produktif, in syaa Allah.
 
6. Focus on quality over quantity
  • Fokuslah pada kualitas daripada kuantitas
Ada sebuah hadis yang sering mengingatkan saya bahwa sebagai umat Islam kita perlu berusaha untuk menyempurnakan apapun tugas atau proyek yang kita mulai; Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah menyukai ketika engkau melakukan sesuatu, engkau melakukannya dengan baik.’ [HR Muslim]. Seorang Muslimah dalam memulai aktivitas apapun, selalu mengingatkan diri sendiri bahwa kualitas lebih difokuskan daripada kuantitas. Lebih baik unggul di satu tempat, seperti menulis atau menjadi ibu yang baik, daripada melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja dengan fokus pada terlalu banyak hal. Seorang Muslimah produktif selalu berusaha untuk unggul dalam apa yang ia lakukan dan tidak puas dengan yang biasa-biasa saja.

7. Do your best!
  • Lakukan yang terbaik!
Beberapa cerita yang paling inspiratif dari istri-istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan banyak Muslimah produktif lainnya menunjukkan bahwa mereka bekerja keras untuk menjadi yang terbaik dalam peran mereka, seperti Khadijah radhiallahu anha yang merupakan seorang wanita pebisnis yang sukses. Sebagai seorang istri atau ibu, Anda dapat fokus pada mendukung suami Anda dan bahwa tindakan kecil saja bisa menjadi salah satu cara Anda menjadi seorang istri yang produktif. Memberikan yang terbaik untuk peran dan tugas yang ada di tangan membutuhkan fokus dan untuk mengeluarkan energi Anda hanya [fokus] untuk tugas yang ada di tangan Anda.

8. Be resourceful
  • Manfaatkan wawasan
Hidup di era informasi dan teknologi, kita adalah generasi yang telah dilengkapi dengan banyak alat teknologi, buku, jaringan dan pengetahuan yang berguna yang dapat kita manfaatkan untuk menjadi lebih produktif dan terorganisir dalam hidup kita. Anda dapat menggunakan alat-alat online untuk membantu mengatur waktu Anda, seperti yang ada di bagian Resource kami, untuk mengembangkan pengetahuan Anda dan belajar banyak keterampilan baru secara online dengan kursus yang akan membuat Anda lebih berwawasan. Gunakan sumber daya ini untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif.

9. Strive to benefit others
  • Berusahalah untuk bermanfaat bagi orang lain
'The best of you are those who benefit mankind'. (Bukhari)

Banyak Muslimah produktif dari sejarah hingga modern yang telah mencapai hal-hal besar karena pemahaman mereka tentang hadits yang indah ini di mana Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Yang terbaik dianara kalian adalah mereka yang bermanfaat bagi umat.’ [HR Bukhari]. Selalu bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan ini: ‘Akankah tindakan saya bermanfaat bagi orang lain?’ Ini akan membantu Anda untuk memutuskan tindakan apa yang berharga dan membantu Anda mengatur inisiatif sebagai ibu, istri, profesional atau mahasiswi untuk membawa manfaat bagi orang di sekitar Anda yang juga akan menguntungkan diri Anda sendiri.

10. Put your trust in Allah
  • Bertawakallah pada Allah
Akhirnya, Muslimah produktif, di samping perjuangan dan usahanya, harus selalu sadar bahwa keberhasilan dalam mencapai tujuannya hanya akan datang dari Allah yang berfirman dalam Al-Qur’an: Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman. [QS. 5:23]. Fokus pada produktivitas spiritual adalah bahan rahasia untuk menjadi sukses. Sebagai seorang muslimah, Anda harus bekerja keras, memberikan kontribusi kepada masyarakat dan merencanakan waktu Anda secara efektif dengan doa, kemudian menempatkan kepercayaan Anda pada Allah dengan selalu memohon kepada-Nya untuk menolong Anda mencapai keberhasilan tertinggi dalam kehidupan ini dan akhirat.

Sunday, December 21, 2014

Pak ogah (panggilan untuk tukang parkir) pengkolan jalan dekat rumah saya

Kisah nyata, maaf jika terkesan tulisan ini mengungkapkan kekesalan :''

Buat semua yang bermobil pribadi (terutama), gak malu ya udah diparkirin, diarahin sama pak ogah kendaraannya tapi gamau ngasih balas atas jasa itu buat beliau? Kalau saya malu, yang bermobil coba pikir, kalau kita terus mikir "biarlah mobil belakang yang ngasih" , "duh gak ada receh" kalau semua mikir gitu gimana pak ogah dapet penghasilan? Emang bapak pikir pak ogah pegawai yang digaji tiap bulan dan mempunyai pekerjaan yang tetap buat markirin mobil bapa/ibu? Saya yakin sih pak ogah ikhlas markirin, tapi liat deh gak malu apa sama mobil yang dibawa? Udah mewah tapi gak mau nyisihin sedikitpun uang. Yang bermobil seharusnya mikir, kalau mobilnya gak diarahin di pengkolan sama si pak ogah mau gimana? Sanggup ya mengendarai dipengkolan kecil gitu tanpa ada pak ogah? Saya liat kenyataan aja dideket rumah saya, sama pak ogah diarahin aja macet, gimana kalau enggak.

Saya bayanginnya, satu kendaraan melaju dan dari arah berlawanan pun ada kendaraan yang melaju, kalau lagi gak konsen ya otomatis tabrakan atau rem mendadak gitu, kan? belum pengkolan yang cukup sempit untuk ratusan kendaraan yang melintas, belum lagi ada jalan yang legok ke selokan, ya kalau salah mengendarai aja, udah 'ngegebrus', kan? Belum lagi kerelaan pak ogah apalagi sambil hujan-hujan dia bawa payung cuma buat markirin kendaraan bapak dan ibu. Gak kasian liat pak ogah? Gak liat kepeduliannya pak ogah? (Kalau pak ogah gak punya hati sih yaudah mungkin berpikir siapa kalian, ngapain saya harus bantu ngarahin kendaraan kalian) 

  

Satu sisi kebaikan hati pak ogah, kepedulian beliau, kepekaannya terhadap keadaan lalu lintas disekitarnya, harus kita hargai, jangan terus berpikir kalau Allah lah yang akan membalas, justru itu jalan dari Allah untuk para "manusia" untuk berbuat baik terhadap manusia lainnya. Sang Pencipta memberikan lahan untuk kita berbuat baik kepada sesama, memberi serta menghargai. Bukankah itu yang diperintahkan dan dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya? Dan jangan terus berpikir "kesempatanku untuk beramal ada di lain tempat dan waktu" Tekankan "Ada kesempatan untuk beramal, beramalah, selagi kau bisa dan kau mampu" bagaimana jika engkau tidak bisa merealisasikan niat kau sehingga tidak bisa beramal lagi karena ada kejadian diluar dugaan atas kuasa-Nya terjadi?

Spread the goodness, as Allah orders you. Be a person who likes give charity, worship wherever and whenever you are when you are able to share without much consideration. Remember! Sharing is beautiful :)